Kecoa adalah serangga dengan bentuk tubuh oval,pipih dorso-vental.
Kepala tersembunyi dibawah pronotum. Pronotum dan sayap licin, nampaknya
keras, tidak berambut dan berdri. Berwarna coklat dan coklat tua.
Panjang tubuhnya bervariasi, berkisar antara 0.6 sampai 7.6 mm2 .
Kecoa
adalah salah satu insekta yang termasuk ordo Ortopthera (bersayap dua)
dengan sayap yang didepan menutupi sayap yang dibelakang dan melipat
seperti kertas.
Kecoa terdiri dari beberapa genus yaitu
Blaptella,periplaneta, blatta, supella, dan blaberus. Beberapa spesies
dari kecoa blaptella germanika, periplaneta americana, periplaneta
austalasiae, periplaneta fluginosa, blatta orientalis, dan supella
longipalpa.
Kecoa termasuk phyllum Arthropoda, klas Insekta. Para
ahli serangga memasukkan kecoa kedalam ordo serangga yang berbeda-beda.
Maurice dan Harwood (1969) memasukkan kecoa ke dalam ordo Blattaria
dengan salah satu familinya Blattidae Smith ( 1973 ) dan Ross ( 1965 )
memasukkan kecoa kedalam ordo Dicyoptera dengan sub ordonya Blattaria,
sedangkan para ahli serangga lainnya memasukkan kedalam ordo Orthoptera
dengan sub ordo Blattaria dan famili Blattidae.
Banyak orang
merasa jijik dengan serangga yang satu ini. Tak heran, karena umumnya
kecoa tinggal di tempat gelap yang kotor, lembab dan bau. Kecoa dengan
mudah kita jumpai di rumah tinggal. Ia memakan hampir segala macam
makanan yang ditemukannya untuk bertahan hidup. Baunya yang tidak sedap,
kotoran dan kuman yang ia tinggalkan di setiap tempat yang ia hinggapi,
membuat kecoa dianggap sebagai indikator sanitasi yang buruk. Berbagai
kuman penyakit yang berasal dari tempat-tempat kotor menempel pada tubuh
kecoa dan akan menempel di setiap tempat yang dia hinggapi. Oleh karena
itulah kecoa dapat menjadi penyebab berbagi jenis penyakit mulai hari
tipus, toksoplasma, hingga penyakit SARS yang mematikan, sehingga perlu
dikendalikan populasinya.
Hewan yang biasa disebut lipas ini
metamorfosisnya tidak sempurna dan banyak ditemukan di daerah tropis,
bahkan sampai di daerah dingin. Kemampuannya dalam beradaptasi tidak
perlu diragukan lagi, ia mampu bertahan hidup dalam kondisi yang ekstrem
sekali pun.
Pengendalian kecoa dapat dilakukan dengan berbagai
cara, antara lain dengan insektisida. Atau dengan menyiramkan air panas
pada telur kecoa agar tidak menetas dan berkembang biak.
Dan, jangan anda memukulnya sampai mati bahkan sampai (maaf) isi perut kecoak
meletet keluar. Karena didalam perut kecoa terdapat cacing halus/lembut yg
tetap
hidup meskipun diluar dari tubuh kecoak. Bila cacing ini sudah berada
di luar dari tubuh kecoak (perut) dia akan bergerak untuk mencari
tempat/indukan baru. Cacing ini bentuknya sangat pendek, halus dan
lembut akan terlihat kasat mata bila jarak pandang sekitar 10-20cm.
Untuk melihat cacing ini, anda dapat menaruh isi perut kecoak diatas
kertas hitam atau diatas cermin... disitu akan terlihat pergerakannya.
Sangat
berbahaya apabila cacing ini sampai menyentuh kulit tubuh kita
(terutama kaki) karena dapat masuk melalui pori-pori kulit atau bila ada
luka terbuka pada kulit luar. Akan jauh lebih baik membasmi
kecoak cukup dengan menggunakan semprotan anti serangga.
Semoga bermanfaat...