Tuesday, April 30, 2013

DPR minta 100% peserta UN di luluskan

Untuk kaka kelas yg kemaren UN dibaca baik baik ya...
Pelaksanaan UN tahun ini dinilai banyak masalah dan agak kacau, anggota DPR fraksi PPP mengatakan bahwa jika dilihat dari proses penyelenggaraannya banyak yg dilanggar.
Banyak peraturan kementrian dalam badan standar nasional yang nyaris tidak jalan. Misalnya, kata reni (fraksi PPP), pada pasal 57 dan 58 disebutkan bahwa "evaluasidilakukan oleh pendidik, bukan pemerintah"
sementara seharusnya BNSP yang berwenang melakukan UN. Tapi pada prakteknya dilakukan oleh pemerintah. Sementara BNSP hanya sebagai pengawas
"absahkah UN tahun ini jika merujuk pada penyelenggaraannya?" tanya reni saat rapat dengan kemendikbud, jum'at (26/4)
untuk itu, kata dia, UN tahun ini secara hukum tidak sah. Maka perlu diambil langkah langkah penting. UN tahun ini juga dinilai merugikan para siswa. Sebab, kekacauan ini menimbulkan dampak psikologis bagi para siswa. Apalagi, kata dia, dengan melibatkan TNI juga mempengaruhi psikologis siswa "ujian kemarin yang melibatkan TNI dan lainnya siakan ada ancaman bom mengganggu anak anak" ujarnya.
Hal ini juga disampaikan oleh komisi X lainnya dari fraksi demokrar, anton sukartono. Menurut dia hasil ujian tahun ini sebaiknya tidak dijadikan ukuran kelulusan siswa atau syarat kelulusan masuk jenjang berikutnya. Untuk itu, peserta UN tahun ini diluluskan semuanya
"LULUSKAN SAJA SEMUANYA, SEBAGAI BENTUK PERTANGGUNG JAWABAN PEMERINTAH KEPADA SISWA"

"KECOA BAHAYA LOH..."

Kecoa adalah serangga dengan bentuk tubuh oval,pipih dorso-vental. Kepala tersembunyi dibawah pronotum. Pronotum dan sayap licin, nampaknya keras, tidak berambut dan berdri. Berwarna coklat dan coklat tua. Panjang tubuhnya bervariasi, berkisar antara 0.6 sampai 7.6 mm2 .

Kecoa adalah salah satu insekta yang termasuk ordo Ortopthera (bersayap dua) dengan sayap yang didepan menutupi sayap yang dibelakang dan melipat seperti kertas.

Kecoa terdiri dari beberapa genus yaitu Blaptella,periplaneta, blatta, supella, dan blaberus. Beberapa spesies dari kecoa blaptella germanika, periplaneta americana, periplaneta austalasiae, periplaneta fluginosa, blatta orientalis, dan supella longipalpa.

Kecoa termasuk phyllum Arthropoda, klas Insekta. Para ahli serangga memasukkan kecoa kedalam ordo serangga yang berbeda-beda. Maurice dan Harwood (1969) memasukkan kecoa ke dalam ordo Blattaria dengan salah satu familinya Blattidae Smith ( 1973 ) dan Ross ( 1965 ) memasukkan kecoa kedalam ordo Dicyoptera dengan sub ordonya Blattaria, sedangkan para ahli serangga lainnya memasukkan kedalam ordo Orthoptera dengan sub ordo Blattaria dan famili Blattidae.

Banyak orang merasa jijik dengan serangga yang satu ini. Tak heran, karena umumnya kecoa tinggal di tempat gelap yang kotor, lembab dan bau. Kecoa dengan mudah kita jumpai di rumah tinggal. Ia memakan hampir segala macam makanan yang ditemukannya untuk bertahan hidup. Baunya yang tidak sedap, kotoran dan kuman yang ia tinggalkan di setiap tempat yang ia hinggapi, membuat kecoa dianggap sebagai indikator sanitasi yang buruk. Berbagai kuman penyakit yang berasal dari tempat-tempat kotor menempel pada tubuh kecoa dan akan menempel di setiap tempat yang dia hinggapi. Oleh karena itulah kecoa dapat menjadi penyebab berbagi jenis penyakit mulai hari tipus, toksoplasma, hingga penyakit SARS yang mematikan, sehingga perlu dikendalikan populasinya.

Hewan yang biasa disebut lipas ini metamorfosisnya tidak sempurna dan banyak ditemukan di daerah tropis, bahkan sampai di daerah dingin. Kemampuannya dalam beradaptasi tidak perlu diragukan lagi, ia mampu bertahan hidup dalam kondisi yang ekstrem sekali pun.

Pengendalian kecoa dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan insektisida. Atau dengan menyiramkan air panas pada telur kecoa agar tidak menetas dan berkembang biak.

Dan, jangan anda memukulnya sampai mati bahkan sampai (maaf) isi perut kecoak
meletet keluar. Karena didalam perut kecoa terdapat cacing halus/lembut yg
tetap hidup meskipun diluar dari tubuh kecoak. Bila cacing ini sudah berada di luar dari tubuh kecoak (perut) dia akan bergerak untuk mencari tempat/indukan baru. Cacing ini bentuknya sangat pendek, halus dan lembut akan terlihat kasat mata bila jarak pandang sekitar 10-20cm. Untuk melihat cacing ini, anda dapat menaruh isi perut kecoak diatas kertas hitam atau diatas cermin... disitu akan terlihat pergerakannya.
Sangat berbahaya apabila cacing ini sampai menyentuh kulit tubuh kita (terutama kaki) karena dapat masuk melalui pori-pori kulit atau bila ada luka terbuka pada kulit luar. Akan jauh lebih baik membasmi
kecoak cukup dengan menggunakan semprotan anti serangga.

Semoga bermanfaat...

6 Fakta Menarik Tentang Tubuh Manusia Saat di Luar Angkasa


1. Badan Menjadi Lebih Tinggi
Selama astronot menghabiskan waktunya selama enam bulan di ISS, dilaporkan bahwa tubuh mereka menjadi lebih tinggi hingga mencapai tiga persen dibandingkan sebelumnya. Sebab, tanpa gravitasi, tulang belakang pada tubuh memiliki kesempatan untuk meluas. Sehingga, tubuh akan meninggi sampai mereka kembali ke Bumi. Namun, setelah beberapa bulan berada di Bumi maka tubuh akan kembali ke tinggi semula karena adanya gravitasi planet.

2. Wajah Menjadi Bengkak dan Kaki Kurus
Ketika berada di Bumi, distribusi cairan dalam tubuh manusia tidak merata karena adanya gravitasi. Akan tetapi tubuh akan mendistribusikan cairan secara merata ketika gravitasi tidak memainkan peran dalam sistem biologis seseorang. Selama beberapa minggu pertama di luar angkasa, kebanyakan astronot akan memiliki kepala yang terasa lebih besar dan kaki yang kurus. Setelah berapa lama kemudian, tubuh akan menyesuaikan pendistribusian cairan, sehingga tubuh astronot kembali normal.

3. Sulit Penyesuaian Gravitasi Saat Kembali ke Bumi
Setelah kembali ke Bumi dari bertugas di ISS, banyak astronot yang melaporkan mengalami kesulitan penyesuaian dengan gravitasi. Tidak jarang, mereka akan menjatuhkan barang karena lupa dengan adanya gravitasi di Bumi. Setelah enam bulan bertugas dalam ruang gravitasi nol, tentu membutuhkan waktu bagi mereka untuk kembali menyesuaikan diri dengan kehidupan di Bumi.

4. Massa Otot Berkurang
Di luar angkasa, otot menjadi kurang diperlukan untuk mendukung gerak tubuh. Berbeda dengan di Bumi, di mana massa otot sangat diperlukan untuk menahan serta menggerakkan tubuh. Para astronot yang akan kembali ke Bumi harus latihan selama dua jam sehari di ISS untuk mempertahankan jumlah massa ototnya yang mereka butuhkan.

5. Kepadatan Tulang Berkurang
Latihan yang rutin selama di ISS akan membantu mencegah hilangnya kepadatan tulang pada astronot. Sebab, mereka bisa kehilangan kepadatan tulang hingga satu persen jika tidak cukup latihan atau olahraga. Oleh sebab itu, disediakan dua treadmill dan dua sepeda stasioner di papan stasiun luar agkasa untuk membantu mereka menjaga kebugaran tubuh selama mengorbit.

6. Sulit Tidur
Banyak astronot yang melaporkan setiap mencoba memejamkan matanya untuk tidur di luar angkasa, mereka seperti melihat kilatan cahaya yang bergerak dengan cepat (zap). Sehingga, mereka menjadi sulit untuk tidur. Sinar tersebut merupakan sinar dari kosmik (partikel energi tinggi di luar angkasa yang terlihat dari ISS). Para astronot menggambarkan ketika mencoba memejamkan mata seperti ada "kembang api" atau "garis-garis" yang mereka lihat. Meskipun radiasi sinar kosmik melintas dengan cepat, partikel tersebut tidak terlalu banyak menimbulkan banyak risiko selama astronot menghabiskan waktu.

Template by:

Free Blog Templates